Koran Banjar – Rencana pembangunan Dapur MBG Banjar di wilayah Raharja, Kota Banjar, memicu perhatian masyarakat setempat. Menyikapi hal tersebut, Camat Purwaharja turun langsung untuk memediasi pertemuan antara warga dan pihak yayasan guna mencari solusi terbaik.

Pertemuan ini bertujuan menjembatani berbagai aspirasi yang muncul dari masyarakat terkait lokasi pembangunan. Warga menyampaikan sejumlah kekhawatiran, mulai dari dampak lingkungan hingga kenyamanan lingkungan sekitar jika proyek tersebut tetap dilanjutkan.
Baca Juga : Bapperida Banjar Dorong Percepatan Pengisian Data
Dalam mediasi terkait Dapur MBG Banjar, Camat Purwaharja menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara semua pihak. Ia mengajak warga dan yayasan untuk saling memahami serta mencari titik temu yang dapat diterima bersama.
Pihak yayasan menjelaskan tujuan pembangunan dapur tersebut sebagai bagian dari program sosial yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan rencana pembangunan dengan mempertimbangkan masukan dari warga.
Sementara itu, warga berharap adanya kajian lebih mendalam terkait dampak pembangunan, khususnya terkait aspek lingkungan dan tata ruang. Mereka juga meminta agar proses perizinan dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat sekitar.
Melalui mediasi ini, pemerintah kecamatan berupaya memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak. Camat juga menegaskan bahwa pembangunan harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku serta kenyamanan warga.
Dengan adanya dialog terbuka terkait Dapur MBG Banjar, diharapkan tercipta kesepakatan yang saling menguntungkan. Proses ini menjadi contoh penting bagaimana komunikasi dan musyawarah dapat menyelesaikan perbedaan dalam pembangunan di tingkat lokal.






