Banjar – Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pintu gerbang utama logistik laut Indonesia. Setiap hari, ribuan kontainer dan kendaraan besar bolak-balik membawa barang dari dan ke wilayah ini. Konektivitas ke pelabuhan ini sangat krusial bagi kelancaran distribusi dan ekonomi.
Namun, kemacetan parah sering kali menjadi masalah kronis di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Volume kendaraan logistik, terutama truk kontainer, sangat tinggi, sehingga ruas jalan penghubung pelabuhan menjadi padat hampir sepanjang waktu.

Baca Juga : PHK Karyawan Starbucks Siapkan Dana Rp 16,7 T untuk Restrukturisasi
Salah satu upaya pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki situasi adalah merancang rute tol baru yang “nempel” atau bersinggungan dekat dengan fasilitas seperti Jakarta International Stadium (JIS). Ide ini menjadi sorotan karena potensinya dalam memperkuat jaringan jalan tol dan mengurai kemacetan.
JIS sendiri terletak di kawasan Jakarta Utara, dan keberadaannya menjadi landmark yang juga mempengaruhi struktur infrastruktur di sekitarnya. Bila tol baru dirancang dekat JIS, banyak pihak yang mengamati dampaknya — baik positif maupun potensi masalahnya.
Pembangunan rute tol baru yang mengarah ke pelabuhan tentunya bukan hal mudah. Ada aspek teknis yang harus diperhitungkan: kesiapan lahan, pembebasan tanah, izin lingkungan, desain jalan elevated atau permukaan tanah, serta integrasi dengan jaringan tol eksisting.
Misalnya, proyek Jalan Tol Harbour II sisi selatan Ancol Timur–Pluit yang saat ini terus dibangun diharapkan dapat membantu mengurangi beban lalu lintas di jalan tol Harbour I yang hampir padat 24 jam.
Tol Harbour II ini juga direncanakan akan terintegrasi dengan Tol Akses Tanjung Priok, menjadikannya sebagai bagian penting dalam konektivitas jalur logistik ke pelabuhan.
Target penyelesaian tol Harbour II sisi selatan adalah pada awal tahun 2026. Namun, pencapaian target ini sangat bergantung pada kelancaran proses pembebasan lahan. Dari total kebutuhan tanah sekitar 39 hektar, baru sekitar 53% yang tersedia bebas hambatan.
Salah satu tantangan terbesar dalam proyek tol atau akses baru ini adalah tata ruang






