Banjar – Expo Kreatif Andalan Sulsel Expo Kreatif Andalan Sulawesi Selatan (Sulsel) 2025 resmi dibuka pada hari Sabtu, 18 November 2025, di Makassar. Acara yang digelar setiap tahun ini kembali mencuri perhatian sebagai wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulsel, khususnya yang bergerak di bidang wastra (kain tradisional) dan produk kreatif lainnya, untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar global. Dengan tema “Dari Sulsel ke Dunia: Kreativitas Tanpa Batas”, Expo kali ini berfokus pada pemberdayaan UMKM dan mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang digital guna mengembangkan pasar mereka.
Meningkatkan Daya Saing UMKM di Pasar Global
Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025 bukan hanya sebuah pameran produk, tetapi juga sebuah platform strategis bagi para pelaku UMKM di Sulsel untuk memasarkan produk mereka, terutama dalam industri wastra atau kain tradisional, ke pasar internasional. Di tahun ini, sebanyak 150 lebih UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kerajinan tangan, fashion, kuliner, hingga perikanan, ikut berpartisipasi, dengan fokus utama pada promosi wastra Sulsel yang telah mendapat perhatian luas.

Baca Juga : Wali Kota Banjar Blokir 167 Rekening Diduga Terkait Judi Online
Menurut Andi Hasan Basri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, salah satu tujuan utama dari Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025 adalah untuk memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing mereka, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar global. “
Kami ingin memberikan peluang bagi mereka untuk berkembang lebih jauh,” ungkap Andi.
Pentingnya Wastra Sulsel dalam Eksportasi Produk Kreatif
Wastra Sulsel, khususnya produk kain tenun dan bordir, memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat tinggi.
Pada Expo Kreatif Andalan Sulsel kali ini, ada berbagai pameran dan workshop yang mengangkat tema “Wastra Sulsel untuk Dunia”. \
Digitalisasi sebagai Kunci Sukses UMKM
Di era yang serba digital seperti sekarang, keberadaan platform e-commerce, media sosial, dan aplikasi lainnya sangat membantu pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Dalam rangka itu, expo ini juga menggelar berbagai seminar dan pelatihan untuk membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan tentang pemasaran digital, fotografi produk, serta manajemen toko online.
Salah satu pelaku UMKM yang sukses memanfaatkan digitalisasi adalah Dewi Lestari, pengusaha wastra Sulsel yang memproduksi kain tenun Bugis dan menjualnya melalui platform Instagram dan Tokopedia. Dalam Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025, Dewi turut menjadi salah satu narasumber dalam workshop tentang strategi pemasaran online untuk produk lokal.
Peluang Ekspor dan Kerja Sama Internasional
Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025 juga menjadi ajang bagi para pelaku UMKM untuk menjalin hubungan langsung dengan importir, distributor, dan buyer internasional. Beberapa perusahaan asing yang hadir dalam acara ini menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama ekspor dengan para pengusaha lokal, terutama untuk produk-produk wastra Sulsel yang unik dan berkualitas tinggi.
Salah satu perusahaan asal Jepang, Knitto Textile Co., Ltd, yang bergerak di bidang tekstil, mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan pengrajin kain tradisional Sulsel. “Kami melihat banyak potensi dalam produk-produk kreatif dari Sulsel, terutama dalam hal kualitas dan keunikan desainnya. Kami tertarik untuk menjalin kerja sama ekspor dan memasarkan produk ini ke pasar Jepang,” kata Takahiro Yamamoto, perwakilan dari Knitto Textile.
Selain itu, Expo ini juga menggandeng beberapa lembaga pembiayaan dan investor yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha guna mengembangkan bisnis mereka ke skala yang lebih besar. Pemerintah Provinsi Sulsel juga memberikan berbagai insentif bagi UMKM yang berhasil menembus pasar internasional, termasuk akses ke bantuan modal, pelatihan, dan bimbingan.
Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan UMKM
Keberhasilan 2025 tidak lepas dari dukungan penuh dari pemerintah provinsi Sulsel. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya pada pembukaan expo mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM.
. Pemberdayaan UMKM menjadi prioritas utama kami, dan Expo Kreatif Andalan Sulsel adalah salah satu cara untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga telah mempersiapkan sejumlah program untuk mempercepat digitalisasi UMKM di daerahnya, seperti program pelatihan e-commerce, pengenalan brand lokal, serta pembentukan jaringan bisnis internasional.
Potensi Pasar Global untuk Produk Kreatif Indonesia
Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025 juga memperlihatkan bahwa Indonesia, khususnya Sulsel, memiliki potensi besar untuk memasuki pasar global dengan produk-produk kreatifnya. Dari kerajinan tangan, wastra, fashion, hingga kuliner, produk-produk lokal Indonesia telah menarik perhatian banyak konsumen di luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, brand-brand Indonesia telah mulai mendunia, dan Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan banyak produk unggulan, berpotensi besar untuk meraih sukses di pasar internasional.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan adanya platform online yang memudahkan akses pasar global, para pelaku UMKM di Sulsel kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan kreativitas mereka. Expo Kreatif Andalan Sulsel 2025 pun menjadi bukti bahwa dengan kreativitas, kerja keras, dan dukungan teknologi, produk-produk lokal Indonesia bisa menembus pasar global.
Penutupan

