Banjar – Fenomena Puting Beliung Warga Kota Banjar, Jawa Barat, dibuat heboh setelah munculnya fenomena alam tak biasa berupa puting beliung yang terlihat berputar di awan pada Selasa sore. Pemandangan langka itu terlihat jelas dari sejumlah sudut kota dan membuat masyarakat berkerumun untuk mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka.
Muncul Tiba-Tiba dan Tampak Jelas di Langit Banjar
Fenomena ini pertama kali terlihat sekitar pukul 16.30 WIB. Warga yang sedang beraktivitas di luar rumah mengaku dikejutkan oleh kemunculan gulungan awan berbentuk corong yang memanjang dari langit. Meski tidak menyentuh permukaan tanah, bentuknya menyerupai puting beliung kecil yang berputar dan bergerak perlahan.
“Awalnya saya kira cuma awan gelap biasa, tapi ternyata bentuknya memanjang dan berputar. Banyak warga langsung keluar dan memotret,” ujar Sinta, seorang warga Kelurahan Mekarsari

Baca Juga : Pencanangan Zona Integritas Di Lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKPD) Kota Banjar
Dalam beberapa video yang beredar, terlihat formasi awan itu bergerak stabil dan bertahan beberapa menit sebelum akhirnya menghilang perlahan. Meski tampak menegangkan, fenomena tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun dampak langsung di permukiman warga.
BMKG: Fenomena Langka, Namun Masih dalam Kategori Aman
Menanggapi viralnya video puting beliung di awan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan. Fenomena tersebut dikenal sebagai ”funnel cloud”, yaitu awan berbentuk corong yang merupakan cikal bakal puting beliung tetapi tidak menyentuh tanah.
“Funnel cloud muncul karena adanya pusaran angin di dalam awan cumulonimbus. Selama pusarannya tidak turun ke permukaan tanah, fenomena ini relatif aman,” jelas seorang analis cuaca BMKG Tasikmalaya.
BMKG menambahkan bahwa beberapa hari terakhir wilayah Banjar memang dilaporkan mengalami peningkatan pembentukan awan hujan akibat peralihan cuaca, sehingga potensi terjadinya fenomena atmosfer seperti ini cukup besar.
Warga Antusias, Namun Petugas Imbau Tetap Waspada
Meski menimbulkan rasa penasaran, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat fenomena langit yang tidak biasa sedang terjadi. Keberadaan awan cumulonimbus yang melahirkan funnel cloud biasanya membawa potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, kilat, hingga angin kencang.
“Belakangan cuaca cepat berubah. Warga sebaiknya tidak terlalu dekat dengan area terbuka atau pepohonan tinggi saat melihat fenomena seperti ini,” kata seorang petugas BPBD Banjar.
BPBD juga memastikan bahwa hingga kini tidak ada laporan kerusakan maupun korban akibat fenomena tersebut, namun tim tetap melakukan pemantauan cuaca untuk mengantisipasi jika muncul gejala lanjutan.
Fenomena Langka yang Mengundang Kekaguman
Bagi sebagian warga, kejadian ini menjadi pengalaman tak terlupakan. Banyak yang menyebut fenomena tersebut mirip dengan yang biasanya terlihat di luar negeri dan jarang muncul di wilayah Banjar.
“Saya baru pertama kali lihat langsung. Rasanya seperti fenomena alam di film-film dokumenter,” ucap Dedi, warga lainnya.
Foto dan video funnel cloud itu kini tersebar luas di media sosial, membuat Kota Banjar menjadi perbincangan hangat warganet.
Penutup
Fenomena puting beliung berputar di awan yang menghebohkan warga Kota Banjar ini menjadi pengingat bahwa dinamika cuaca di Indonesia semakin bervariasi. Meski tidak menimbulkan bahaya, masyarakat tetap diimbau selalu menjaga kewaspadaan, terutama saat musim hujan dan pembentukan awan cumulonimbus sedang intens.
Untuk saat ini, kondisi Kota Banjar dilaporkan aman, dan fenomena tersebut menjadi catatan menarik bagi para pengamat cuaca maupun masyarakat umum yang antusias terhadap kejadian langit.






