Koran Banjar – Puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Banjar menyuarakan kekecewaan mendalam setelah mendatangi Kantor Kementerian Agama setempat. Mereka datang untuk tagih TPG Guru PAI yang hingga kini belum juga cair. Namun, para guru justru pulang dengan perasaan kecewa karena Kepala Kemenag Kota Banjar tidak menemui mereka secara langsung.

Para guru menyampaikan bahwa tunjangan profesi guru (TPG) menjadi hak yang sangat penting bagi kesejahteraan mereka. Mereka mengaku telah menunggu cukup lama tanpa kepastian jadwal pembayaran. Kondisi ini membuat banyak guru merasa kurang mendapat perhatian dari pihak berwenang, meski mereka telah menjalankan kewajiban mengajar secara maksimal.
Baca Juga : Shin Tae-yeong Sedih Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2025, Begini Tanggapannya
Salah satu perwakilan guru menyebutkan bahwa mereka datang dengan niat baik untuk meminta penjelasan resmi. Namun, ketiadaan Kepala Kemenag saat mereka berkunjung menambah rasa kecewa. Para guru berharap pimpinan instansi dapat hadir dan memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak muncul spekulasi di kalangan tenaga pendidik.
Aksi tagih TPG Guru PAI ini muncul karena para guru menilai komunikasi dari Kemenag Kota Banjar berjalan kurang efektif. Informasi terkait proses pencairan TPG dinilai tidak jelas dan sering berubah. Para guru pun meminta transparansi agar mereka dapat memahami kendala yang sebenarnya terjadi.
Selain itu, para guru PAI menegaskan bahwa TPG bukan sekadar tunjangan tambahan, melainkan bentuk apresiasi negara terhadap profesionalisme guru. Keterlambatan pembayaran berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga guru, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Para guru berharap Kementerian Agama Kota Banjar segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta pimpinan instansi membuka ruang dialog dan memberikan kepastian waktu pencairan TPG. Dengan komunikasi yang terbuka, para guru yakin persoalan ini dapat terselesaikan tanpa menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Melalui penyampaian aspirasi ini, guru PAI di Kota Banjar berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib tenaga pendidik. Mereka ingin pengabdian di dunia pendidikan mendapat penghargaan yang layak serta perlakuan yang adil dari instansi terkait.






