Banjar – Produk UMKM pantas dijual di pasar tradisional atau lewat titip di warung tetangga? Kini, produk UMKM asal Kota Banjar mulai naik kelas — masuk ke gerai-gerai pasar modern seperti minimarket, swalayan, hingga supermarket besar.
Bukan mimpi, ini kenyataan.
Misi: UMKM Naik Kelas

Baca Juga : Wabup Banjar Resmi Buka Porseni PGRI, 500 Guru Siap Berlaga
Langkah ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Banjar bersama dinas terkait untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan berdaya saing di pasar retail modern.
“Kita ingin produk UMKM Banjar tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan bersaing. Mereka harus bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Kepala Dinas KUKMP (Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan).
Dan tentu saja, tidak semua produk bisa langsung “masuk etalase
1. Kemasan Harus Menarik & Higienis
Produk yang dikemas seadanya dengan plastik kiloan dan label pulpen? Maaf, belum bisa masuk. Kemasan harus profesional, bersih, dan informatif — lengkap dengan logo, nama produk, tanggal kedaluwarsa, komposisi, serta izin edar jika diperlukan.
-
PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) untuk makanan dan minuman
-
Halal MUI (jika menyasar pasar muslim)
-
BPOM untuk produk kosmetik atau obat tradisional
3. Stok & Konsistensi Produksi
Retail modern butuh ketersediaan barang secara rutin. Artinya, kamu harus siap produksi dalam jumlah stabil dan konsisten. Jangan sampai minggu ini penuh, minggu depan kosong.
Produk kamu harus punya harga yang masuk akal untuk pasar modern, namun tetap memberikan margin keuntungan. Ini sering jadi tantangan: bagaimana membuat harga tetap bersaing tanpa mengorbankan kualitas.
Pemerintah Kota Banjar aktif melakukan pendataan dan kurasi. Pastikan usahamu terdaftar secara resmi, agar bisa mendapat pendampingan, pelatihan, dan bahkan promosi ke luar daerah.
Bukan cuma disuruh “berjuang sendiri”, Pemkot Banjar melalui Dinas KUKMP juga menyediakan pendampingan, pelatihan desain kemasan, hingga bantuan legalitas usaha. Mereka bahkan menjalin kerja sama dengan beberapa gerai retail untuk membuka akses khusus bagi produk UMKM lokal.
UMKM bukan usaha pinggiran. Mereka adalah tulang punggung ekonomi lokal, bahkan nasional. Dan ketika produk rumahan bisa tampil sejajar dengan merek-merek besar di rak pasar modern, itu artinya satu hal: peluang itu nyata — asal mau belajar, berbenah, dan berani melangkah.






